roniritonga12.blogspot.co.idAsaalamualaikum Wr.Wb Teman-teman Blogger
saya disini mau mencurahkan isi hati saya tentang pengalaman hidup saya
Waktu saya kecil saya jarang sekali dapat sentuhan seorang ayah itu umur saya waktu masih 8 tahun dan saya duduk di bangku kelas 2 Sd. Terkadang saya merasa sedih saat melihat teman2 diantar pergi dan jdi jemput sekolah oleh ayahnya sedangkan saya pulang jalan kaki dan terkadan naik sepeda sederhana saya miliki.Tetapi saya bangga memiliki seorang ibu yang mempunyai hati ketulusan dan kesabaran untuk mendidik anak-anak ya.ibu saya memiliki seorang anak 3 yakni 1 perempuan (anak paling besar),2 laki-laki dan saya adalah anak paling kecil.
Kami bertiga jarang sekali mendapatkan sentuhan dari seorang ayah tetapi kami tidak pernah mengeluh apa yang telah terjadi pada keluarga kami karena itu adalah sudah surat takdir dari ALLAH SWT,,waktu saya bertanya pada ibu "Ibu kemana ayah pergi kenapa ayah tidak pulang-pulang",ibu menjawab dengan kata berbohong dengan mata berkaca-kaca buat hati saya senang " ayah mu pergi kerja buat cari uang buat kita" saat itu saya percaya karena masih kecil dan tidak tahu apa-apa.
IBU...selalu berjuang pagi dan malam untuk menafkahi kami semua dengan berladang dan berjualan,,, kami mempunyai warung kecil-kecilan di depan rumah,,dari warung ibu saya bisa memberikan uang saku sekolah saya ,kakak dan abang.
Setelah saya duduk di kelas 6 Sd saya bertanya lagi kepada ibu" Ibu kenapa ayah ud bertahun-tahun belum pulang ke rumah juga kemana ayah sebenarnya ibu",,Ibu menjawab dengan kata berbohong lagi sebunyikan kebenaran "ayah belum ada uang ya buat kembali ke rumah ayah malu dengan kalian karena ayah tidak punya uang buat kembali", dan saya terdiam hanya bisa menangis merindukan seorang ayah.
saya disini mau mencurahkan isi hati saya tentang pengalaman hidup saya
Waktu saya kecil saya jarang sekali dapat sentuhan seorang ayah itu umur saya waktu masih 8 tahun dan saya duduk di bangku kelas 2 Sd. Terkadang saya merasa sedih saat melihat teman2 diantar pergi dan jdi jemput sekolah oleh ayahnya sedangkan saya pulang jalan kaki dan terkadan naik sepeda sederhana saya miliki.Tetapi saya bangga memiliki seorang ibu yang mempunyai hati ketulusan dan kesabaran untuk mendidik anak-anak ya.ibu saya memiliki seorang anak 3 yakni 1 perempuan (anak paling besar),2 laki-laki dan saya adalah anak paling kecil.
Kami bertiga jarang sekali mendapatkan sentuhan dari seorang ayah tetapi kami tidak pernah mengeluh apa yang telah terjadi pada keluarga kami karena itu adalah sudah surat takdir dari ALLAH SWT,,waktu saya bertanya pada ibu "Ibu kemana ayah pergi kenapa ayah tidak pulang-pulang",ibu menjawab dengan kata berbohong dengan mata berkaca-kaca buat hati saya senang " ayah mu pergi kerja buat cari uang buat kita" saat itu saya percaya karena masih kecil dan tidak tahu apa-apa.
IBU...selalu berjuang pagi dan malam untuk menafkahi kami semua dengan berladang dan berjualan,,, kami mempunyai warung kecil-kecilan di depan rumah,,dari warung ibu saya bisa memberikan uang saku sekolah saya ,kakak dan abang.
Setelah saya duduk di kelas 6 Sd saya bertanya lagi kepada ibu" Ibu kenapa ayah ud bertahun-tahun belum pulang ke rumah juga kemana ayah sebenarnya ibu",,Ibu menjawab dengan kata berbohong lagi sebunyikan kebenaran "ayah belum ada uang ya buat kembali ke rumah ayah malu dengan kalian karena ayah tidak punya uang buat kembali", dan saya terdiam hanya bisa menangis merindukan seorang ayah.
Komentar
Posting Komentar